Perjumpaan kali ini menjelaskan tentang cara
berkreasi dengan memakai kertas-lipat untuk membuat topi kepala (sebut
saja dengan pembuatan topi sederhana Type B karena pembuatan untuk Topi Type A sudah pernah bersama kita buat sebelumnya). Pada awal bulan yang lalu telah
kita coba menjelaskan tentang Cara Membuat Topi Type A.
Tentu kita akan bersenang-senang dalam beberapa waktu ke
depan dengan mengutak-utik kertas-lipat yang asyik warnanya. Banyak manfaat dan
tujuan kita membuat origami (atau sering disebut dengan seni melipat kertas)
contohnya untuk mengisi keindahan kamar tidur dengan hiasan-hiasan dari
berbagai bentuk keajaiban yang dihasilkan oleh kertas-lipat atau untuk melengkapi
Koleksi Origami yang sudah pernah kawan-kawan bikin sebelumnya atau
sudah pernah dipelajari sebelumnya atau untuk mengisi waktu-waktu senggang pada
hari-hari liburan sekolah.
 |
Gambar Lengkap A |
 |
Gambar Lengkap B |
Bahan utama yang dibutuhkan dalam
pembuatan topi dari kertas lipat disini sudah barang tentu adalah
kertas lipat, penggaris, alat tulis dan beberapa peralatan tambahan yang lain untuk
memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan keinginan kita masing-masing contohnya
seperti spidol, hiasan-hiasan lain seperti mata-mata mainan, kertas hias
(kertas asturo, kertas warna, kertas emas ), lem (atau perekat yang lainnya),
dudukan penyangga misalnya untuk hiasan meja belajar. Contoh mudah yang kita
ambil adalah menggunakan tempat tusuk gigi sebagai dudukan telur tiruan.
Keterangan kertas lipat yang
dipakai dalam pembuatan topi mempunyai bentuk sama panjang pada
sisi-sisinya (berbentuk bujur sangkar) jadi bukan kertas lipat dengan bentuk yang
lain atau bukan pula kertas lipat empat persegi panjang. Mari sekarang mulai
membuat topi type B dari kertas lipat.
 |
Gambar
1 |
 |
Gambar 2 |
 |
Gambar 3 |
Posisi awal kertas lipat dalam membuat topi. Ambil kertas lipat
dengan posisi peletakkan seperti pada gambar 1 dan dilanjutkan dengan melakukan
pelipatan sesuai dengan tanda anak panah pada gambar 2. Setelah diperoleh
bentuk kertas lipat yang sama dengan gambar 3 berupa bentuk segitiga sama kaki
kemudian lakukan pelipatan selanjutnya sesuai dengan tanda anak panah pada
gambar 3 masing-masing sisi-sisinya kiri dan kanan dilipat ke dalam seperti
yang ditunjukkan tanda panah pada gambar 3.
 |
Gambar 4 |
 |
Gambar 5 |
Selanjutnya pembuatan topi pada gambar 4
ditunjukkan hasil pelipatan yang telah dilakukan pada sisi kertas lipat sebelah
kanan yang dilipat ke dalam. Pada gambar 5 diperoleh hasil lipatan kertas lipat
yang membentuk bujursangkar.
 |
Gambar 6 |
Lakukan pelipatan pembuatan topi
seperti yang ditunjukkan pada gambar 6 sesuai dengan tanda anak panah ke arah dalam.
Pada gambar 6 terlihat adanya garis bantu yang dibuat dengan alat tulis untuk
mempermudah kita melakukan pelipatan sesuai dengan posisi garis bantu itu. Maka
akan di dapat bentuk seperti pada gambar 7.
 |
Gambar 7 |
Lakukan pelipatan pembuatan topi
seperti yang ditunjukkan pada gambar 7 sesuai dengan tanda anak panah ke arah
bawah. Pada gambar 7 terlihat adanya garis bantu yang dibuat dengan alat tulis
untuk mempermudah kita melakukan pelipatan sesuai dengan posisi garis bantu
itu. Maka akan di dapat bentuk seperti pada gambar 8.
 |
Gambar 8 |
Lakukan pelipatan pembuatan topi
seperti yang ditunjukkan pada gambar 8 samping kanan sesuai dengan tanda anak
panah yang kecil dilipat ke kanan. Pada gambar 8 terlihat adanya garis bantu
yang dibuat dengan alat tulis untuk mempermudah kita melakukan pelipatan sesuai
dengan posisi garis bantu itu. Maka akan di dapat bentuk seperti pada gambar 9.
 |
Gambar 9 |
Lakukan pelipatan pembuatan topi
seperti yang ditunjukkan pada gambar 9 samping kiri sesuai dengan tanda anak
panah yang kecil dilipat ke kiri. Pada gambar 9 terlihat adanya garis bantu
yang dibuat dengan alat tulis untuk mempermudah kita melakukan pelipatan sesuai
dengan posisi garis bantu itu. Maka akan di dapat bentuk seperti pada gambar 9.
Lakukan pelipatan pembuatan topi
seperti yang ditunjukkan pada gambar 10 sesuai dengan tanda anak panah yang
dilipat ke bawah dan lakukan pelipatan pada bagian belakangnya. Pada gambar 10
terlihat adanya garis putus-putus pada bagian atas dengan jarak sekitar
setengah centimeter (5 milimeter) dari batas lipatan bagian tengah sebagai
tanda pelipatan kertas lipat ke arah bawah sesuai dengan tanda anak panah.
 |
Gambar 11 |
Gambar 11
merupakan hasil pelipatan yang didapatkan dari pelipatan ke arah bawah dengan
jarak kira-kira setengah centimeter. Lakukan juga pelipatan pada bagian
belakangnya sehingga diperoleh hasil seperti pada gambar 12 (gambar tampak dari
depan) dan gambar 13 (gambar tampak dari belakang).
 |
Gambar 12 |
 |
Gambar 13 |
Kemudian buka
pada bagian bawah lipatan kertas agar nampak seperti kantung untuk dipakai pada
kepala atau untuk dimasukkan pada telur hias.
 |
Gambar 14 |
 |
Gambar 15 |
 |
Gambar 16 |
Variasi topi type
B seperti yang ditunjukkan pada gambar 14 sampai gambar 16. Beberapa kreativitas yang lain dan pernah kita coba
bersama adalah tentang Cara Melipat Kertas Topi Type A.
Penting diperhatikan : garis-garis
bantuan pada lipatan yang dibuat dengan alat tulis di sini hanya sebagai tanda
saja untuk memudahkan atau menjelaskan langkah-langkah lipatan saja jadi tidak
digaris juga boleh.
Kata bijak. Kita akan lebih
menghargai hasil pekerjaan yang kita lakukan sendiri meskipun belum sempurna daripada
kemewahan dan kemegahan yang belum menjadi milik kita.
Sebelum Anda beranjak dari halaman ini saya sangat senang sekali jika Anda bersedia meluangkan sedikit waktu untuk men-share dan memberikan G+1 agar sahabat blogger juga dapat membacanya.
Terima kasih sudah meluangkan sedikit waktu untuk membaca postingan yang berjudul Cara Melipat Kertas Topi Type B. Silahkan untuk meninggalkan pesan atau komentar yang
bermanfaat bagi kita semuanya.
 |
Transfer Factor 4Life – Sistem Imun Kekebalan Tubuh |
ARTIKEL PENDUKUNG :
ARTIKEL MENARIK LAINNYA :
TERIMA KASIH
SAMPAI JUMPA LAGI
petunjuknya mudah diikuti bagus sekali
ReplyDeleteElever SEO